Paguyuban
Olah Seni (POS) adalah tempat belajar dan berkarya. Tempat mengasah skill agar
bisa bekerjasama dengan baik bersama industri. Di sini, kelas akting sebagai
pondasi utama. Meski bakat menari, menyanyi, melukis, bermusik dan seni yang lain tetap
diperlukan. Karena akting merupakan satu dari beberapa disiplin ilmu yang
membentuk manusia-manusia berkarakter. Agar saat seorang seniman berkarya, maka
karya yang muncul dari pribadinya adalah karya yang bisa dipertanggungjawabkan
secara estetis, ekonomis, maupun etis. Oleh karena itu, POS merupakan tempat
belajar seninya mengolah jiwa dan kepribadian nyata. Seni karakter yang lebih
dari seni akting. Juga mendidik mental dan karakter serta kepribadian agar bisa
menjadi manusia yang berguna bagi agama dan bangsa. Untuk itu diperlukan kerendah
hatian untuk memperbaiki diri dan maju secara positif. Bukan tempat untuk
orang-orang yang merasa sudah hebat. "It's a place for character
development. not for loser development".
Adapun
yang menjadi target POS yaitu pementasan teater atau film 1 tahun sekali. Dan
akan dipandu oleh pengajar-pengajar profesional, beberapa diantaranya Adri
Prasetyo selaku pendiri POS dan beberapa kawan/pengajar dari Teater Koma. Namun POS
tidak hanya berbicara tentang teater atau film. Melainkan mencakup segala
Olahan Seni. Karena POS merupakan Wadah sederhana mengembangkan hobi dan
mempertajam diri dengan ilmu yang pasti.
Dasar
berpikir POS adalah "Dari kita, untuk kita, oleh kita dan demi semua".
Semuanya bersifat merakyat. "Memasyarakatkan seni & Seni yang
memasyarakat" adalah semboyan kami. Karena hidup adalah seni bermasyarakat.
POS (Paguyuban Olah Seni) juga akan bersama membina masyarakat sekitar tempat
latihan untuk memajukan kesenian demi "keindahan" bersama. Oleh karena
itu, POS adalah kumpulan orang-orang yang bukan profesional namun belajar dan berkarya
secara profesional. Bukan profesi tapi hobi. Hobi yang sudah ada nantinya
akan diarahkan untuk menciptakan karya seni yang bisa dinikmati masyarakat
luas.
Untuk
mewujudkannya, pendidik berkewajiban mendidik daya intelektual, daya tubuh,
daya emosi dan daya spiritual siswa agar menjadi manusia yang MANUSIA. POS
mendidik aneka cita rasa ilmu kesenian yang jujur dilidah para perasa. Jujur
dalam berkarya. Dalam hal ini POS tidak mengorbitkan seseorang menjadi "artis"
namun menciptakan "Artist". POS adalah wadah yang mendidik
aktor/aktris agar bisa tampil baik didua media : panggung atau film. POS
hanyalah tempat sederhana dan berisi orang-orang sederhana yang haus akan ilmu dan berkeinginan kuat memiliki kepribadian yang baik. Wadah bagi orang-orang sederhana
dengan cita dan harapan sederhana, yakni menjadi "Pribadi yang kuat dan
bermakna". Kami lahir dari bibit kesederhanaan, Kami berlatih ditempat sederhana. Bumi tempat kami berpijak, Langit tempat kami menaungkan jiwa, karena kami hanyalah "jiwa-jiwa
pengembara" yang tak ingin punya mimpi kosong belaka.
POS (Paguyuban Olah Seni) senantiasa berusaha keras untuk memfasilitasi pendidikan Seni (non formal) bernilai tinggi dengan biaya SOP (Sumbangan Operasional Pendidikan) yang rendah, yaitu Rp 100.000/bulan. Dengan 4 kali latihan dalam sebulan selama 3-4 jam. Dan menerima siswa max 100 orang, agar pendidikan yang diberikan bisa maksimal dan terarah. Namun, bagi yang tidak mampu tapi punya keahlian dan mental kuat untuk belajar serta siap setia, saat ini POS telah membuka program POS GIRO (Paguyuban Olah Seni Gratis & Romantis). Oleh karena itu, bagi yang berminat atau ingin tahu lebih jelasnya tentang POS, silakan hubungi :
HP. 0857-1950-6666
atas nama Hendi Irnandi.
Atau
bagi yang mau daftar POS bisa langsung download formulir di :
Formulir POS 1
atau klik :
Formulir POS 2
Isi lalu kirim ke : paguyubanolahseni@gmail.com
Blog : http://www.paguyubanseni.blogspot.com/
Foto :
bagi yang mau daftar POS bisa langsung download formulir di :
Formulir POS 1
atau klik :
Formulir POS 2
Isi lalu kirim ke : paguyubanolahseni@gmail.com
Blog : http://www.paguyubanseni.blogspot.com/
Foto :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar