Minggu, 01 Desember 2013

Secoret renungan akhir tahun 2013


Oleh : Adri Prasetyo
Pendiri dan pembina POS
(Paguyuban Olah Seni)


          Kelompok, baru, kumpulan masa baru, partai baru, hingga kelompok2 teater baru marak sekali bermunculan. Tidak sedikit mereka ada karena hanya ingin menunjukkan eksistensinya di dunia maya yang sementara. Semua berkembang pesat bukan dalam jumlah anggota perkelompok atau kualitas, semua berkembang pesat dalam hitungan jumlah aneka kelompok dan nama-namanya yang penuh warna.

          Ini hal yang bisa dibilang menarik karena berarti kelompok pencetus kreatifitas bertambah, namun disisi lain juga bisa dipandang sebagai hamparan kehancuran sebuah persatuan. Kalau ini yang terjadi maka sebenarnya menyedihkan. Sangat menyedihkan.

          Namun semua akibat terjadi karena ada sebab yang terjadi. Bisa jadi karena Para senior semakin sedikit yang mau membimbing dan memperhatikan para junior, mereka inginnya didatangi tak hendak mendatangi. Para senior terlalu asyik masyuk dengan pangkat dan kedudukan indah sehingga harus tetap mempertahankan "status" tersebut lalu enggan turun kebawah lagi membimbing satupersatu junior mereka.

          Ada juga sebab lainnya adalah masih banyaknya junior-junior muda yang memiliki keangkuhan tinggi dan merasa mereka begitu pintar lalu menganggap ilmu yang dimiliki senior sudah "usang" dan "kuno" sehingga sudah sepantasnya "ilmu modern" mulai mengambil peranan dalam kancah "dunia persilatan". Saatnya AK-47, FN P90 dan F2000 yang maju. Bukan lagi golok, parang atau batu.

          Nah, Jika sudah begini, bagaimana bisa bersatu ? Siapa yang bisa kita percaya ? Siapa yang benar-benar bisa ikhlas membantu ? Siapa peduli pada siapa ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar