paruh darah sang pejantan by:
Prasetyo
kepak sayap paruh jantan membuai dada betina yang penat
panas meradang . sayap-sayap mengepak sejuta bahasa keakuan .. ego, gengsi penuh manipulasi yang
berjejal padat di sebalik senyum indah paruh pejantan tak bergigi.. sementara dada betina hanya bisa
hantamkan punggung di relung debu yang keras padat... dasar pejantan sesat !!! kau
puja gengsi menjadi dewa, kau timang ego sembari kau tancapkan belati tajam
tanpa suara ! terus...teruslah begitu sampai para dewa tak lagi bersayap !!!
Bolak-balik penuh retorika by: Prasetyo
Ketika dunia di
bolak-balik dalam bungkus retorika pembenaran dan memperindah pembantaian,
melegalkan pembunuhan
baik kecil maupun besar.
Pembunuhan jiwa, pembunuhan hak, hingga pembunuhan
karakter anak manusia.
maka bersiaplah memeluk bara dari rintihan dendam
yang berkepanjangan...
Prasangka menghasilkan
fitnah,
Fitnah menghasilkan
amarah,
Amarah menghasilkan
permusuhan,
Permusuhan menghasilkan
dendam,
Dendam menghasilkan
pertikaian,
Pertikaian menghasilkan
peperangan,
Peperangan menghasilkan
pembantaian...
Luka
tak terasa by: Prasetyo
Sepasang merpati terbang
berenggangan.
Sayap luka sang jantan
digiring sayap patah sang betina.
Kepak luka sayap jantan
menetes darah,
sementara betina pergi
merenggang jarak, bersembunyi di balik awan hitam.
Sang jantan tetap terbang
timpang meski renggang menatap nanar.
Luka di tancap luka, di
tancap luka, di tancap luka, di tancap luka kian menghitam.
Hingga tak terasa lagi
sakitnya, tak tahu lagi yang dirasakan......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar