Sabtu, 30 November 2013

Kumpulan puisi pendek 1 by : Prasetyo



                                    Semu abadi   by: Prasetyo

Menguak takdir membiru menerjang hitam legam lingkup takdir senja mati.
Harapan pudar basi menantang jejak semu abadi.
Hati tengelam terpana caci diri menggoyang nurani menatap wajah ilahi.
Semu janji, semu hari, semu hati, semu diri hingga semu mati
Berbaris menolehkan kepala sang jiwa sembari berairmata
Pedas pilu yang serasa abadi…
Takdirkah namanya ?
Ketika taring-taring tajam
Menusuk batas angkara,
Lendir darah hitam mengalir deras
Sementara berat kepala lepas menggelinding
Dan tersenyum….



                        Sesak hati   by: Prasetyo


Kegelapan merajalela
menghujam deras serpihan gurat nadi malapetaka.
Ikatan puing memory menjejal nafas sesak hati
yang membiru remang-remang tajam.
…pekatnya mengganjal….
…Geraknya membakar…..
Bagai satu kisi-kisi fatamorgana yang makin curam…



Batas jiwa   by: Prasetyo

Kataku terhenti bayangmu
Jiwaku tenggelam nyatamu
…wahai batas batas jiwa..
Rengkuhlah batas fatamorgana,
Rogohlah nurani yang menebas diamnya mayapada
…wahai batas jiwa…
Temani aku menyentuh abadi semesta
Dampingi aku dalam sepinya jiwa
Meski ia berbungkus lara sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar