Sabtu, 30 November 2013

Kumpulan Puisi pendek 4 by : Prasetyo



                       
                      Mahkota Hitam   by: Prasetyo


Memacu kuda berpelana biru, menerjang tajamnya angkuh raja mahkota hitam..
ia duduk mengangkang diatas singgasana fana..
ia hisap dalam-dalam cerutu asap merah tanda jiwa penuh serakah.
kanan kirinya berdiri tegak pengawal garang dengan perut buncit berisi aneka duka.
ia bangga akan darah yang mengalir dari tetes mata para jelata,
..sungguh duka yang terus-menerus ditelan paksa..






                        Deru debu dan angin topan    by: Prasetyo
           

berjalan di tanah kering dan retak
bertelanjang kaki menggoser telapak lembut tanah
           
            berjudi tentukan antara deru debu dan angin topan
            bermandi peluh bulan temaram dan menatap kedepan

sementara tangan terbentang menantang sgala yang menerjang
air mata bersimbah darah sulit di beda apa ini air mata ?
           
            ke dua bibir terkatup menggigil bekuan darah
            Allah.. Allah.. Allah.. Allah......  Allah..



Kumpulan Puisi pendek 3 by : Prasetyo



                        paruh darah sang pejantan  by: Prasetyo

kepak sayap paruh jantan membuai dada betina yang penat panas meradang . sayap-sayap mengepak sejuta bahasa keakuan .. ego, gengsi penuh manipulasi yang berjejal padat di sebalik senyum indah paruh pejantan tak bergigi.. sementara dada betina hanya bisa hantamkan punggung di relung debu yang keras padat... dasar pejantan sesat !!! kau puja gengsi menjadi dewa, kau timang ego sembari kau tancapkan belati tajam tanpa suara ! terus...teruslah begitu sampai para dewa tak lagi bersayap !!!





                        Bolak-balik penuh retorika  by: Prasetyo

Ketika dunia di bolak-balik dalam bungkus retorika pembenaran dan memperindah pembantaian,
melegalkan pembunuhan baik kecil maupun besar.
Pembunuhan  jiwa, pembunuhan hak, hingga pembunuhan karakter anak manusia.
maka  bersiaplah memeluk bara dari rintihan dendam yang berkepanjangan...

Prasangka menghasilkan fitnah,
Fitnah menghasilkan amarah,
Amarah menghasilkan permusuhan,
Permusuhan menghasilkan dendam,
Dendam menghasilkan pertikaian,
Pertikaian menghasilkan peperangan,
Peperangan menghasilkan pembantaian...



                        Luka tak terasa  by: Prasetyo

Sepasang merpati terbang berenggangan.
Sayap luka sang jantan digiring sayap patah sang betina.
Kepak luka sayap jantan menetes darah,
sementara betina pergi merenggang jarak, bersembunyi di balik awan hitam.
Sang jantan tetap terbang timpang meski renggang menatap nanar.
Luka di tancap luka, di tancap luka, di tancap luka, di tancap luka kian menghitam.
Hingga tak terasa lagi sakitnya, tak tahu lagi yang dirasakan......

Kumpulan Puisi pendek 2 by : Prasetyo



                    Tak be rasa…    by: Prasetyo


Menari dengan kata-kata telanjang
Membisik pada rangkaian hujan
Yang menggagahi batu karang..
Aku yang statis tak ber asa
Mencoba menelan butir demi butir
Tetesnya yang garang..
Aku yang mengharap wajah tanpa rupa
Mengharap rasa tanpa hati…
Seperti meletakkan bumi di kepala…




                        Raga cinta bisu  by: Prasetyo


Batinku bergelora menatap mayapada
Indahnya meredam gelora angkara
Dan guratan keangkuhan.
Aku yang merasuk di pusara bumi
Menyelimuti diri dengan gelap semesta
Menjejaki untaian kebebasan cinta
Ragaku cinta bisu…
Nadiku jadi satu…
Jiwaku haru menyatu…





                        Sayap darah sang betina  by: Prasetyo

kepak sayap betina membuai paruh jantan yang penat panas meradang . sayap-sayap mengepak sejuta bahasa keakuan .. ego, gengsi yang berjejal padat di sebalik senyum indah sayap betina.. sementara paruh jantan hanya bisa hantamkan muka di relung debu yang keras padat... dasar betina !!! kau puja gengsi menjadi dewa, kau timang ego sembari kau tancapkan belati tajam tanpa suara ! terus...teruslah begitu sampai para dewa tak lagi bersayap !!!




Kumpulan puisi pendek 1 by : Prasetyo



                                    Semu abadi   by: Prasetyo

Menguak takdir membiru menerjang hitam legam lingkup takdir senja mati.
Harapan pudar basi menantang jejak semu abadi.
Hati tengelam terpana caci diri menggoyang nurani menatap wajah ilahi.
Semu janji, semu hari, semu hati, semu diri hingga semu mati
Berbaris menolehkan kepala sang jiwa sembari berairmata
Pedas pilu yang serasa abadi…
Takdirkah namanya ?
Ketika taring-taring tajam
Menusuk batas angkara,
Lendir darah hitam mengalir deras
Sementara berat kepala lepas menggelinding
Dan tersenyum….



                        Sesak hati   by: Prasetyo


Kegelapan merajalela
menghujam deras serpihan gurat nadi malapetaka.
Ikatan puing memory menjejal nafas sesak hati
yang membiru remang-remang tajam.
…pekatnya mengganjal….
…Geraknya membakar…..
Bagai satu kisi-kisi fatamorgana yang makin curam…



Batas jiwa   by: Prasetyo

Kataku terhenti bayangmu
Jiwaku tenggelam nyatamu
…wahai batas batas jiwa..
Rengkuhlah batas fatamorgana,
Rogohlah nurani yang menebas diamnya mayapada
…wahai batas jiwa…
Temani aku menyentuh abadi semesta
Dampingi aku dalam sepinya jiwa
Meski ia berbungkus lara sempurna.

Kamis, 21 November 2013

Mengingat Allah & dzikir Laa Ilaaha Illallah


“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”
(QS. al-A’raaf[7]:205)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”
(QS. al-Baqarah[2]: 152)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Barangsiapa membaca tasbih (Subhanallah) pada tiap-tiap selesai sholat, sebanyak 33 kali, membaca hamdalah (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali, dan membaca Allahu Akbar sebanyak 33 kali dan untuk menyempurnakan menjadi 100 membaca : Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir, maka diampunkan dosanya meskipun dosanya sebanyak buih di laut.
(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata : “Aku berkata : “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu di hari kiamat nanti?” Jawab beliau Rasulullah SAW. : “Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan hati yang ikhlas dan jiwa yang bersih.”
(HR. Imam Bukhari)

Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas, maka ia masuk surga. Ditanyakan, “Bagaimana ikhlasnya?” Rasulullah SAW. menjawab,”Yaitu menjadi penghalang kamu dari melakukan yang diharamkan oleh Allah.”
(HR. Thabrani)

Barangsiapa yang membaca Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu) sebanyak 10 kali, maka pahalanya bagaikan memerdekakan empat jiwa dari anak keturunan Nabi Ismail.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. bersabda : Barangsiapa membaca Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu) sebanyak 100 kali dalam satu hari, maka dia sama dengan memerdekakan sepuluh budak, dan dia dipastikan mendapat seratus kebaikan, dan akan dihapus dari padanya seratus kesalahan, serta dia akan dipelihara dari gangguan setan pada hari itu hingga petang, dan tidaklah seseorang akan mendapatkan yang lebih baik dari itu, kecuali ada seseorang yang mengamalkan lebih banyak lagi.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah saw. : “ Sesungguhnya Musa a.s. berkata : Wahai Rabbku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya aku dapat mengingat dan berdo’a kepadaMu. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkanlah laa ilaaha illallah. Musa berkata : Wahai Rabbku semua hambaMu mengucapkan ini. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkankanlah laa ilaaha illallah. Musa mengucapkan : Laa ilaaha illallah,  saya hanya ingin sesuatu yang khusus bagi saya. Allah berfirman : Hai Musa, seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dengan segala isinya selainKu berada di satu daun timbangan, dan laa ilaaha illallah berada di daun timbangan yang lain, niscaya lebih berat laa ilaaha illallah. (HR. Ibnu Hibban, Hakim dan ia menshahihkannya)

Diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda :
”Ajarkanlah La Ilaha Illallah kepada orang-orang yang (menjelang) mati diantara kamu sekalian, karena sesungguhnya kalimat itu dapat menghancurkan dosa-dosa sehancur-hancurnya”. ”Wahai Rasulullah, (bagaimana) jika ia membaca kalimat itu sewaktu hidupnya? ” Beliau menjawab : ”Kalimat itu lebih menghancurkan dan lebih menghancurkan”.
Diriwayatkan dari salah seorang sahabat, bahwasanya ia berkata : Barangsiapa yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan benar-benar ikhlas dari lubuk hatinya serta membacanya dengan panjang penuh hormat, niscaya Allah menghapus 4000 dosa besar”. Ada seseorang yang bertanya kepadanya : ”Bagaimana apabila ia tidak mempunyai 4000 dosa?” Sahabat itu menjawab :”Diampunilah dosa-dosa keluarga dan tetangganya”.

Dari Abu Hurairah Radiallahu‘anhu, katanya :
Rasulullah bersabda : ‘Perbaharuilah iman kalian.’ Mereka bertanya : ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cara memperbaharui
iman kami?’ Baginda menjawab : ‘Banyakbanyaklah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah.’
 (Hadis riwayat Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dengan sanad hasan)