Senin, 06 Januari 2014

Pendidikan gaya "Count of Dracula"

Oleh : Prasetyo


Pagi 2014. Orang-orang ntu masih aje pada kaku-kaku. heh, sudahlah. Zaman sekarang orang sudah makin maju. Pengetahuan mereka sudah semakin berkembang. Akses pengetahuan mudah di dapat. Semakin kamu-kamu bicara & bersikap tanpa dasar seperti itu semakin keliatan rendahmu. Wajah-wajah kakumu itu gak bakalan memperlihatkan kewibawaan atau kharismamu, itu justru memperlihatkan guratan urat yang menegang lalu makinlah membuat kamu cepat uzur.

Mereka-mereka bukannya tidak tahu. Mereka ketakutan, takut salah. Ketakutan mereka berbuat salah akibat tingkah ente-ente yang kaku dan keras, memendam dan mematikan kreatifitas. Bersikaplah wajar dengan kewajaran yang indah. Pahami betul yang namanya Bhineka Tunggal Ika, dan pahami betul silanya yang ke dua : "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Bersikaplah pertengahan, karena juga, kalau kita terlalu bersikap lemah dan lembut mereka-mereka bisa tak terkendali alias semerawut.

Sudah saatnya sikap belajar dikelas yang suasananya seperti sedang berada di Istana Count of Dracula itu di ganti suasana Shrek is Love, Shrek is live, suasana yang penuh makna learning by doing with the happy thing. Ingat nasihat guruku N. Riantiarno yang menyatakan dalam tulisan naskahnya yang terkenal, berjudul "Sampek engtay" :

MANUSIA
WAKTU HIDUP LEMAH LEMAS
BEGITU MATI KAKU DAN KERAS

SEMUA BENDA 
WAKTU HIDUP LEMAH LEMAS
BEGITU MATI KERING DAN GETAS

JADI
KAKU KERAS SAHABAT KEMATIAN
LEMAH LEMAS TEMAN KEHIDUPAN

MAKA
SENJATA KERAS CEPAT RUSAK
KAYU KERAS MUDAH PATAH

JANGAN HERAN
KAKU KERAS ADA DI BAWAH
LEMAH DAN LEMAS DIATASNYA

Atau di lirik yang lain beliau menuliskan :

Melarang dan larangan bisa panjang resikonya. 
Jangan itu, jangan ini. 
Harus bagaimana lagi? 
Ibarat gedung bagus, 
Megah indah 
Tapi tak punya pintu dan jendela.

Iya, ini benar sekali. Tak punya pintu dan jendela berarti hati dan pikiran tertutup. kretifitas dan inisiatif terkubur. Semua dilakukan dengan terpaksa meski mencoba memberi senyum palsu dan pura-pura sabar. karena cinta itu sudah mengering lalu sedikit lagi memudar. Hilang, hilang, hilang....

MERAH DICAMPUR KUNING
JADI WARNA JINGGA
PUTIH DICAMPUR HITAM
BERUBAH KELABU MUDA

BURUNG BERPASANGAN
LAUT BANYAK ASINNYA
MANUSIA BERJODOHAN
KEONG ADA RUMAHNYA

BAGAI LIDAH DAN RASA
BAGAI POHON DAN TANAH
BAGAI BULAN DAN MATAHARI
SAMPEK-ENGTAY DUET SERASI

TALI PERSAHABATAN
TERSIMPUL ABADI
SEPANJANG ZAMAN
DI BUMI ATAU LANGIT

DILUKAI
BANGKIT LAGI
DIGENCET, DIHAJAR
TETAP TEGAR
DIKUCILKAN, DIBUANG, DISIKSA
MAKIN KUAT PERKASA

JANGAN LUPA, ITU WATAK UTAMA
YEAH, YEAH...











Tidak ada komentar:

Posting Komentar