Kamis, 14 Agustus 2014

Renungan Dua Insan


By :  Prasetyo

Kesadaran dan ketidaksadaran adalah dua sisi yang harus dijalani manusia dalam perjalanan kehidupan dan kematiannya. Perjalanan den­gan aneka warna yang harus ditempuh. Entah tua, muda, pria, atau wan­ita semuanya sama saja. Semua memiliki riak gejolak yang menggoda di kehidupan ini. Gejolak atas nama nafsu, dendam, amarah, iri, has­ud, dengki, sombong, serakah, dan lain-lain. Gejolak yang menjadikan manusia tidak sadar atas apa yang kemudian dilakukannya. Benar atau salah, baik atau buruk, merugikan atau tidak bagi dirinya atau orang lain. Dalam prakteknya, ketika manusia berada pada titik ketidaksadaran, se­gala riak perasaan dan pikiran menjadi sebuah irama musik dan tarian tersendiri bagi jiwanya. Hingga menjadikannya sulit untuk berhenti dari menemukan kembali titik kesadarannya. Kesadaran yang menjadi se­buah identitas baru yang disebut jati diri. Jati diri bagi diri sendiri dan bagi diri lainnya yang merasa hidup sebagai manusia. Kesadaran yang dapat menjadikan hidup lebih tenang dan tentram dalam menyikapi segalan­ya, besar atau kecil dalam lingkaran kehidupan. Hingga tak ada lagi riak gejolak negatif, tak ada lagi tangis derita dan distorsi kehampaan jiwa.


Dalam hidup setiap orang punya jatah masing-masing. Begitu juga masalah cinta. Setiap pasangan punya jatah dalam mencintai dan dicintai. Kita tak pernah bisa mengukur berapa besar/kecil jatah cinta itu. Namun kita hanya bisa melihat dan merasakannya melalui sebuah sikap dari setiap orang yang telah menyatakan cinta. Sikap yang menggambar­kan tanggung jawab, perhatian, menghargai, memaafkan, memberi yang terbaik, terbuka, mempercayai dan dapat dipercaya, sabar meredam ego dan keakuan. Bohong, jika kita tak memerlukan cinta. Bodoh, jika kita tak mau dicinta dan mencinta. Bosan, jika tak ada cinta dalam hidup. Bohong, jika kita tak memerlukan cinta. Bodoh, jika kita tak mau dicinta dan mencinta. Bosan, jika tak ada cinta dalam hidup kita.


Salam Cinta


(Sebuah Coretan pembuka pada buku Puisi Karya Adri & Dyah : RENUNGAN DUA INSAN) 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar