Minggu, 30 Agustus 2015

"Merdeka" bersama

By: Prasetyo Bayanaka


Indonesia ada karena persatuannya, keinginan secara bersama dari kelompok-kelompok/ orang-orang yang berbeda-beda untuk MERDEKA dari keterpurukan. Sedangkan keterpurukan Indonesia saat ini terjadi  karena masing-masing kelompok/ orang-orang ingin me-MERDEKA-kan kepentingan pribadi demi kepuasan sendiri. Semua berdalih bahwa "ini adalah pilihan hidup dan kita berhak menentukan jalan hidup kita". Namun masih adakah yang lebih memilih untuk mengatakan "Rawe Rawe Rantas Malang-Malang Putung” Maju tak gentar, pantang Mundur untuk MERDEKA dan BAHAGIA bersama-sama ?

  
Berjuang untuk selalu mencapai apa yang menjadi kemauan diperlukan suatu semangat lebih yang tak kenal kata menyerah. Manusia yang sengsara atau menderita bukan lantaran garis hidup yang sudah ditentukan demikian, tapi kebanyakan karena mereka yang mudah menyerah. Bubarnya suatu keluarga, lantaran salah satu atau dua-duanya mudah menyerah dan tidak berani menghadapi apa yang ada di depan, cenderung khawatir, takut miskin, takut tidak sukses, takut merusak citra dan segala ketakutan yang lain. Tenggelam dalam pembuktian ke-GAGAH-an pribadi/ kelompok.


Padahal dengan ber-SATU-nya kelebihan dari individu/ masing-masing kelompok dapat menghasilkan suatu kekuatan tak terukur,  mempercepat kesuksesan dan kemerdekaan bersama. Bersatu itu bukan berarti harus satu pandangan dan pemikiran, melainkan bersatu adalah: "bersama dalam berbuat"  demi mencapai tujuan utama dari perbedaan pandangan yang ada, yaitu "BAHAGIA". Suatu kebahagiaan yang muncul dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

"Merdeka atau Mati" ... Lebih baik maut menjemputku lebih dahulu dari pada kata "menyerah" yang lebih dahulu menggoyang pikiranku.