Rabu, 18 Maret 2015

Sedekah Kesombongan



Apa itu sombong?

Menukil pendapat Ibnu Jawziy sang Ulama Psikolog klasik yang wafat sekitar tahun 597 H. Menerangkan bahwa sombong itu adalah meninggikan diri sendiri seraya merendahkan yang lainnya. Orang yang sombong merasa lebih unggul dari orang lain, mungkin dari segi keturunan, harta, ilmu, ibadah, atau yang lainnya.

Dan, sombong berdasarkan buku Al Thibb Al Ruhani termasuk kepada jenis penyakit ruhani. Ciri penyakit ini menurut beliau rahimahullah adalah perasaan yang lebih mulia, ingin dihargai, congkak, dan ingin dihormati.

Bahayakah sikap sombong?

Abu Salamah berkata, "Abdullah ibn Umar berpapasan dengan Ibn Amr di Marwah. Lalu keduanya turun sambil bercakap-cakap. Ketika 'Abdullah ibn Umar berlalu, Ibn Amr lalu terduduk lesu seraya menangis tersedu-sedu. Seseorang bertanya, 'Mengapa Engkau Menangis?' Ia Menjawab sambil menunjuk ke Abdullah ibn Umar, "Orang ini memberitahu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Barangsiapa di hatinya terdapat sebiji sawi kesombongan, Allah akan menelungkupkan wajahnya ke api nereka" (HR. Al Bayhaqi)

Tidak hanya itu, dalam riwayat Muslim dari Ibn Mas'ud bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak akan masuk ke surga orang yang dihatinya masih terdapat sebutir atom kesombongan.

Dalam sebuah atsar disebutkan: اَلْكِبْرُ عَلَى الْمُتَكَبِّرُ صَدَقَةٌ 
(Bersikap sombong kepada orang sombong adalah sedekah)

Kesombongan yang dimaksud adalah bersikap sombong dengan anggota tubuh, yaitu dengan  dengan niat untuk memberikan pelajaran agar orang sombong tersebut sadar akan kesombongannya, dan di dalam hati tetap meyakini bahwa di sisi Allah bisa jadi orang tersebut lebih mulia darinya.   

Misalnya dengan memalingkan muka ketika bertemu dengannya, berkata kasar, bersikap acuh dan sejenisnya.  Pada hakikatnya sikap seperti itu bukanlah kesombongan jika hati tidak sombong dan dengan niat untuk menasihati.  Ia merupakan sebuah strategi dakwah agar orang sombong tersebut sadar.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang bersikap sombong, di antaranya adalah:

- Dihadapan orang kaya/ terkenal/ besar ia bersikap santun namun jika dihadapan orang yang "rendah" ia bersikap acuh dan ala kadarnya bertegur sapa.

- Jika diberi nasihat dia berlaku "defensive" penuh alasan bahkan marah dan tersinggung.

- Merasa sudah punya "kedudukan" sehingga tiap orang HARUS menghormatinya.

- Malas dan tidak mau menimba ILMU karena merasa sudah "CUKUP".

- Hanya mau menerima nasihat dari orang yang memiliki "kedudukan".

- Sibuk mengkoreksi orang lain tapi tak pernah mengkoreksi diri sendiri.

- Meninggalkan ibadah (sholat) karena merasa bahwa berbuat baik saja sudah cukup.

Penulis kitab Bariqah Mahmudiyah mengatakan, "Bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah, karena jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang yang sombong, maka itu akan menyebabkan dirinya terus-menerus berada dalam kesesatan"